DESA MANTRIANOM

Kecamatan Bawang
Kabupaten Banjarnegara

Jl. Raya Mantrianom Km. 07, Bawang, Banjarnegara, 53471

Musyawarah Desa dalam rangka membahas Jl. Raya Tampomas yang dilewati kendaraan berat penambang pasi

Administrator 11 Januari 2021 11:11:11 WIB

Sabtu, 9 Januari 2021 dilaksanakan musyawarah desa dalam rangka membahas Jl. Tampomas yang dilalui kendaraan berat penambang pasir putih di Desa Mantrianom. Musyawarah dihadiri oleh Kepala Desa Mantrianom, Ketua BPD Desa Mantrianom, Perangkat Desa Mantrianom, Perwakilan Tokoh Masyarakat, Perwakilan Ketua RT dan perwakilan takmir masjid sepanjang jalan yang dilalui kendaraan berat tersebut.

Dalam sambutannya, Kepala Desa Mantrianom menyampaikan bahwa musyawarah sebelumnya telah dilaksanakan di wilayah yang dilewati oleh kendaraan berat penambang pasir putih karena ada warga yang mengkhawatirkan aktifitas penambang pasir putih tersebut yang dinilai mengganggu ketentraman di wilayah yang dilewati kendaraan berat tersebut karena sering menimbulkan kebisingan di malam hari, dan tentunya adanya gangguan debu di sekitar jalan yang dilalui kendaraan berat tersebut, namun pertemuan tersebut belum menemukan hasil atau kesepakatan.

Kepala Desa Mantrianom telah berkonsultasi kepada Dinas Perhubungan Kabupaten Banjarnegara terkait dengan hal tersebut, dan mendapatkan petunjuk tentang peraturan yang membahas tentang lalu lintas dan angkutan jalan. Berdasarkan UU No 22 Tahun 2019 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. Jl Raya Tampomas Mantrianom – Kebondalem termasuk jalan kelas III yang pada aturannya hanya dapat dilalui oleh kendaraan bermotor dengan ukuran lebar kurang dari 2100 mm, panjang kurang dari 9000 mm, dan tinggi kurang dari 3500 mm dengan muatan sumbu terberat sebesar 8 ton. Terkait dengan aturan tersebut, Kepala Desa meminta masukan kepada seluruh peserta musyawarah hingga mencapai kesepakatan.

Musyawarah sebelumnya antara warga dengan penambang belum mendapatkan kesepakatan, dan para penambang masih melaksanakan aktifitasnya menggunakan kendaraan berat dengan melalui Jl. Tampomas yang melewati Desa Mantrianom tersebut yang dinilai warga mengganggu ketentraman di wilayah yang dilalui tersebut.

Bp. Khosim (peserta musyawarah) juga menuturkan bahwa sebelumnya pernah ada korban akibat laka kendaraan berat yang menyebabkan kerusakan rumah warga, namun warga tersebut tidak pernak mendapatkan ganti rugi, walapun sudah menghabiskan banyak materi untuk merenovasi bangunan yang terkena laka kendaraan berat tersebut.

Bp. Zuhri (peserta musyawarah) menyampaikan harus ada ketentuan yang harus dipenuhi oleh penambang pasir putih jika akan tetap menjalankan aktifitas kendaraan berat tersebut khususnya supaya warga yang merasa terdampak dengan adanya aktifitas tersebut tidak merasa terganggu lagi.

Pemerintah Desa tidak dapat melarang usaha pasir putih yang dilakukan oleh salah satu warga Desa Mantrianom dan beberapa pengusaha dari Desa lain, hanya saja aktifitas mobilisasi yang dirasa mengganggu warga sekitar area depo pasir putih dan tentu saja sudah melanggar peraturan perundang-undangan, karena telah menggunakan kendaraan berat yang dalam hal ini melanggar ketentuan dalan UU No 22 Tahun 2019 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.

Kesimpulan akhir dari musyawarah tersebut adalah peserta musyawarah dan Pemerintah Desa menginginkan kegiatan dari penambang pasir putih tersebut harus mematuhi peraturan perundang-undangan  yang berlaku sehingga tidak meresahkan warga masyarakat, khususnya masyarakat Desa Mantrianom yang wilayahnya dilalui oleh kendaraan berat dari pengusaha pasir putih tersebut.

Belum ada komentar atas artikel ini, silakan tuliskan dalam formulir berikut ini

Formulir Penulisan Komentar

Nama
Alamat e-mail
Komentar
 

Layanan Mandiri Desa


Silahkan datang ke Kantor Desa untuk mendapatkan kode PIN Anda.

Masukan NIK dan PIN

Galeri Video

Sosialisasi Dana Desa

Komentar Terkini

Lokasi Kantor Desa Mantrianom

Statistik Pengunjung

Hari ini
Kemarin
Jumlah pengunjung